Setiap wanita ingin kecantikannya diapresiasi

Tak usah munafik, sayang.

Semua wanita ingin pesona dirinya dihargai, diapresiasi.

Tak salah dan jangan merasa sebagai sundal hina jikalau kau ingin tampil seksi, tunjukkan kontur tubuh, pamerkan sedikit payudara kencang, lengan dan ketiak putih bersih.

Sudah kodrat wanita ingin tampil menawan, agar lawan jenis terpikat dan sesama hawa kagum bahkan iri.

Dalam tubuh yang terbalut busana rapat sampai menutup wajah pun terdapat keinginan itu. Hanya saja norma mereka membatasi pameran, hanya boleh tunjukkan pada suami.

Di balik kerudung dan cadar juga ada makeup, karena mereka ingin cantik. Misalkan di balik baju panjang longgar juga ada lingerie dan thong itu pun tidak salah.

Sexy underwear bukanlah busana pelacur. Tank top ketat berbelah dada dan berpamer punggung putih halus bukan seragam sundal.

Sesungguhnya para lelaki yang berbaju panjang, pakai kopiah, piara jenggot itu juga menyukai wanita sexy, tapi mereka akan salahkan syaitan lalu menuduh syaitan menjelma dalam diri si cantik, oleh karena itu si cantik harus dimusuhi, padahal persoalan mereka sebagai lelaki adalah kendali syahwat dalam diri.

Mereka, para lelaki munafik, adalah pemilik mata yang suka mencuri pandang pada keelokan wanita. Mereka, para munafik itu, menyukai wanita cantik berbusana sexy. Tapi mereka tak rela jika wanita berbusana sexy itu adalah kekasihnya, tunangannya, istrinya dan anak-anak perempuannya.

Tentang kekasih, mereka cemburu bila kecantikannya (bukan ketelanjangannya) dilihat oleh pria lain. Tapi mereka sendiri senang melihat kecantikan sexy wanita milik lelaki lain. Bahkan mereka menikmati ketelanjangannya meskipun hanya dari majalah dan TV dan film.

Tak usah munafik sayang jika kau ingin mengemas pesonamu. Wajar jika kau ingin pamer selagi masih cantik menarik.

Mustinya kau tahu, mayoritas korban pemerkosaan bukanlah wanita cantik sexy yang berpakaian terbuka.

Jarang ada orang berbikini diperkosa di kolam renang. Jarang terdengar dokter memperkosa pasien wanita yang dimintanya mengangkang untuk diperiksa kemaluannya.

Pakaian sexy bukan busana pelacur sayang. Baiklah kukatakan ini. Banyak pelacur di luar daripada jam dinasnya, misalnya pergi belanja atau ekstremnya mudik lebaran, tidak memakai busana sexy!

4 Komentar

  1. waaauuwww rupanya ada orang yg lebih merasa sok pintar dari pada dzat yang menciptakannya yahh….gk usah sok deh lu yg jlas orang klu sering liat yg seksi akibat wanita yg gk tau malu pasti ngeres akhirnya lose control dan bisa2 memperkosa atw sm2 mau….lagian siapa juga yang mau memperkosa di kolam renang???!!!…..makanya utk wanita diperintah tutup aurat dan tahan pandangan dan yg laki2 jngn jg keliaran pndangannya….coba klu smua wanita nutup aurat trmasuk wajah maka akn minim bhkan tidak ada tindkn asusila…bgmn tdk…pemicunya sj udah di blok lagian klu ktahuan bs2 dirajam loh…THANKS

  2. wah,gw setuju bgt tu ma c azzam..!!
    perintah tutup aurat kan berasal dr tuhan yang maha segalanya
    kok msh brani membantah dan malah membuat statement yang sepertinya ingin mengajak orang untuk berpikir sama seperti apa yang dia pikirkan,padahal itu adalah pemikiran yang salah
    emang betul sih,wanita ingin diapresiasi kecantikannya,tp bkn berarti membenarkan mereka utk membuka auratnya d dpn laki-laki yang bkn muhrimnya
    tolong jgn mengubah paradigma org tentang kebenaran yg sudah pasti benar menjadi salah..!
    THANKS

  3. Dasar Syetan lu…kalo lu mau nyesatin orang jangan gini donk….artikel lu itu gak berbobot tau gak…mending lu angkat kaki aja dari dunia maya, gak cerdas lu jadi manusia….dasar isi hati lu syetan semua….thk

  4. semua lelaki maunya gadis yang cantik kan, mereka ini khusus untuk lelaki tapi soalnya mengapa ada sikaf keterlanjuran hingga sukar dibendung, baiknya tanya gadis itu sendiri mengapa suka tunjukan telanjang-telanjang, kan molek pakai baju nampak indah?,,, aku tak sanggup membenci gadis sebab dia kejadian ibuku. sedarlah.. kalian disayangi untuk melahirkan generasi yg sehat-sehatba…sabahan


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s